Logika Filsafat dan Pengembangan Ilmu Pengetahuan

Kuliah Filsafat Ilmu 16 November 2017 di Medkom Fisip Unair Surabaya.
Belajar logika filsafat dan pengembangan ilmu pengetahun sangat penting, mengingat, jenis ilmu ini digunakan dalam berbagai karya ilmiah, baik dalam bentuk tulisan lepas, ataupun dalam menulis karya ilmiah dalam menyelesaikan tugas akhir kuliah, semisal skripsi ataupun tesis di Perguruan Tinggi.

Manusia berada dalam dua dunia, yakni dunia ilmu pengetahuan dan "life world". Ilmu pengetahuan menewarkan data objektif, empiris dan rasional. Ilmu pengetahuan juga menawarkan cara kerja rasional, menggunakan prinsip-prinsip kausalitas. Sedangkan "life world" merupakan pengalaman subjektif menusia, ketika dia lahir, hidup, mengalami penderitaan, kegembiraan, kebodohan dan kebijaksanaan.

Melalui penjelasan awal tentang ilmu pengetahuan dan "life world" ini, "Bu Pingky" juga menjelaskan tentang salah satu upaya dalam menciptakan pemahaman plural di Tabanan Bali, yang menurutnya, itu adalah kerja kemanusiaan yang tidak membeda-bedakan antara etnis dan keyakinan. Saat Hai Raya Nyepi, warga Bali yang beragama Hindu, tidak boleh keluar, tapi disana di Tabanan, pernah terjadi gerhana bulan, dan tokoh adat justru mengawal umat Islam yang hendak menunaikan shalat gerhana.

Ilmu pengetahuan, menawarkan analisis, atas fakta-fakta dan kejadian subjektif pada bidang "life world".  Disini "ilmu pengetahuan sangat berperan penting". Ilmu pengetahuan mampu membedakan antara hal-hal yang kasuistik dengan hal-hal yang bersifat universal dan kebenaran murni.

Dalam kesempatan itu, ia juga menuturkan fakta yang terjadi pada tahun 1998 saat reformasi bergulir dan kerusuhan terjadi di Jakarta. Awalnya untuk menurunkan Soeharto, tapi dalam perkembangannya menjadi gerakan "Anti-China". Ini terjadi, karena kala itu, sebagian orang cenderung menganggap "life world" sebagai fakta universal.

Padahal semestinya, "life world" menjadi inspirasi pengembangan ilmu pengetahuan". Ia lebih lanjut menjelaskan, bahwa ilmu pengetahuan merupakan produk dari kebudayaan dan pencemaran (enlightenment).

Karena ilmu pengetahuan juga merupakan produk pencerahan, maka disinilah kesadaran diri akan hal-hal yang berdampak negatif pada nilai kemanusiaan, akan dihindari. Kesadaran taat aturan dan hukum merupakan konsekwensi logis dari terciptanya kesadaran diri (enlightenment) itu.

Bu Pingky juga sempat menyinggung pentingnya pemahaman antara "teks" dan "konteks" dalam memahami fenomena yang terjadi di masyarakat. Dalam hal ini, Bu Pingky berupaya menggugat ingat mahasiswa pada kuliah sebelumnya tentang hermenutika yang salah satunya menyebutkan, bahwa teks tercipta atas konteks yang terjadi saat teks itu diciptakan.

Memang tidak selamanya, ilmu pengetahuan bisa mewujudkan terciptanya insan-insan yang tercerahkan, karena system pendidikan yang diterapkan sebagian lembaga pendidikan di Indonesia, belum sepenuhkan fokus dan konsentrasi pada pencerahan.

"Inilah pentingnya memahami filsafat, karena menurut Karl Poper, filsafat sebenarnya membantu manusia untuk lebih bersikap kritis, dan bijaksana, baik terhadap sesama, maupun terhadap alam dan lingkungan sekitar,".

Dalam kesempatan ini, ia menjelaskan, bahwa ilmu pengetahuan sebenarnya tidak bisa mandiri atau berkembangan secara utuh dan selalu berasal dari hal-hal yang terjadi dan mendahuluinya. Dan oleh karenanya, tidak ada ilmu pengetahuan yang mampu menjelaskan secara utuh suatu realitas. Maka, yang dibutuhkan adalah "kerja sama antarilmu". Tapi ini tidak mudah.

Bentuk Kerja sama Antarilmu (multidisipliner)
Bentuk kerja sama ini bisa melahirkan jenis ilmu pengetahuan baru, seperti psikologi dan sosiologi yang melahirkan psikologi sosial dan seterusnya.

Integrasi
Yakni saling melengkapi anatara satu ilmu dengan ilmu lainnya, seperti ilmu fisika dan kimia.

Filsafat Descartes untuk Pengembangan Ilmu Pengetahuan
Rene Descartes, filsuf moder yang pemikirannya dipengaruhi oleh fisika, astronomi dan matematika. Ia menolak tradisi skolastik dan juga tidak menerima fondasi pendahulunya.

Pemikirannya:
1). Tidak menerima apa saja yang dianggap sebagai hal yang benar, sebelum mempunyai pengetahuan yang jelas mengenai kebenarannya.

2). Memecahkan setiap kesulitas, dengan mengumpulkan persoalan-persoalan yang teridentifikasi dalam jumlah banyak dan menyelesaikannya.

3). Memilih dari berbagai permasalah yang dianggap paling urgen. Selesaikan persoalan dari yang paling mudah lalu ke yang lebih berat, hingga paling berat.

4). Merangking atau membuat penomoran untuk seluruh masalah selengkap mungkin dan meninjau ulang secara menyeluruh sehingga orang dapat merasa pasti dan yang sesuaipun tidak ketinggalan.

Kesimpualan logika Descartes ini, antara lain memberi kepastian, dan menemukan sesuatu yang tak terpikirkan oleh filsafat klasik.

Pergeseran paradigma ilmiah dalam filsafat mengandung beberapa unsur:
1). Cara berfikir baru mengenai masalah baru.
2). Dapat berupa prinsip yang selalu hadir, tp tidak kita kenali.
3). Paradigma baru tdk bisa diterapkan, kalau masih menggunakan paradigma lama.
4). Paradigma baru cenderung dicurugai

Pergeseran paradigma dari lama ke baru ini harus juga mengganti perspektif (ontologi, epistimologi dan metodologi), sehingga pergantian paradigma itu sesuatu yang sulit.

Sifat ganda ilmu pengetahuan, cenderung tunduk pada selera, tapi juga kearifan tertinggi.

"Cogito Ergo Sum/ aku pikir, maka aku ada" (Rene Descartes) yang ini yang membantu pengembangan ilmu pengetahuan.

(Disarikan dari kuliah Filsafat Ilmu Jurusan Media dan Komunikasi Fakultas Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya pada 16 November 2017).

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »