Skip to main content

Posts

Showing posts from February, 2012

Kegigihan Sunarmi Memperjuangkan Pendidikan Anak-anaknya

Oleh: Abdul Aziz

Siang itu suasana di Desa Gagah, Kecamatan Kadur, Pamekasan, Madura cuaca sangat panas. Sinar mentari begitu terasa menyengat tubuh.
Di sebuah rumah sederhana berukuran 3 x 6 yang terbuat dari gedek (atap dari anyaman bambu-red) Dusun Daporah di desa itu, terlihat seorang perempuan paruh baya sedang duduk bersandar pada bale-bale di teras rumahnya, menikmati semilir angin pengunungan yang bertiup sepoi-sepoi.
Sesekali perempuan ini mengipas-ngipas tubuhnya dengan bekas koran lusuh, terbitan tahun 1990-an. Sambil sesekali, menikmati wedang jahe yang masih hangat dan baru saja dibuatnya.

Jalan Panjang Pembebasan TKI Terancan Kisas

Oleh: Abdul Aziz

"Tak ada kata-kata yang bisa kami sampaikan selain ucapan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada pemerintah Indonesia, karena telah membebaskan saya dan istri saya dari kisas."
Kalimat inilah yang disampaikan Hasin Taufik bin Tasid (40) warga Dusun Glugur, Desa Palengaan Laok, Kecamatan Palengaan, Pamekasan, kepada sejumlah wartawan yang meliput kedatangannya di pendopo pemkab setempat, Minggu (19/2) sore.
Hasan dijemput dari Bandara Juanda dengan mobil berpelat nomor M 1778 E dan tiba di pendopo Pemkab Pamekasan sekitar pukul 15.30 WIB bersama istrinya Sab'atun. Hasin mengenakan kemeja berwarna hijau lumut dengan kopiah putih dan istrinya berbaju dan rok berwarna coklat.

Catatan Dari Kongres I Bahasa Madura (2)

Ketua Dewan Kesenian Pamekasan (DKP), Syafiudin Miftah menyatakan, ancaman akan kepunahan Bahasa Madura, sama halnya dengan ancaman terhadap kepunahan budaya dan tradisi yang ada di Madura. Sebab bahasa menunjukkan identitas, suatu daerah dalam konteks ke-Indonesia-an.

Kusnadi,M.A, salah satu nara sumber di Kongres I Bahasa Madura dari Universitas Jember (Unej) menyatakan, orang Madura, menyebar di berbagai provinsi yang ada di Indonesia.


Sebagian besar mereka berdomisili di Jawa Timur 6.281.058 jiwa (92,72%), Kalimantan Barat 203.612 jiwa (3,01%), Kalimantan Tengah 62.228 jiwa (0,92%), Jakarta 47.005 jiwa (0,69%), Kalimantan Selatan 36,334 jiwa (0,54%), Kalimantan Timur 30.181 jiwa (0,45%), Bali 18.593 jiwa (0,27%), Jawa Barat 17.914 jiwa (0,26%) dan yang terakhir adalah Jawa Tengah 14.166 (0,21%).

Catatan Dari Kongres I Bahasa Madura (1)

Penutur Bahasa Madura, baik yang berdiam di dalam maupun di luar pulau Madura saat ini diperkirakan di atas 10 juta orang.

Karena itu pembinaan terhadap Bahasa Madura harus dilakukan sebagai upaya pelestarian dan pengembangan agar bahasa tersebut bisa memberikan sumbangan yang berharga bagi pengembangan budaya bangsa.

Inilah yang menjadi salah satu landasan pemikiran tokoh dan pemerhati Bahasa Madura menggelar Kongres I Bahasa Madura pada 15 hingga 19 Desember 2008 di Kabupaten Pamekasan.


Kongres diikuti 250 peserta tetap, utusan dari empat kabupaten di Madura, serta kabupaten lain di Jawa Timur yang mayoritas penduduknya juga berbahasa Madura, seperti Situbondo, Bodowoso dan Kabupaten Jember.

Kesejateraan GTT di Pamekasan Masih Memprihatinkan

Oleh: Abd Aziz

Suasana pagi di kawasan Kota Pamekasan, Madura, Jawa Timur, cukup cerah. Secerah mentari pagi yang bersinar di ufuk timur. Akitivitas warga kota juga mulai terlihat, terutama di sekitar monomen Arek Lancor yang terletak di jantung kota Kabupaten Pamekasan yang sedang mencanangkan program pembangunan Gerakan Masyarakat Islam atau "Gerbang Salam".

Indahnya suasana pagi itu seolah hanya lintasan peristiwa yang berlalu begitu saja. Sebab tidak demikian halnya yang dirasakan ribuan guru dan pegawai yang tergabung dalam Forum Komunikasi Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) Pamekasan. Wajah ceria tidak tampak di raut wajah mereka.


"Sebutan guru sebagai pahlawan tanpa tanda jasa, hanyalah predikat yang manis di dengar, tapi tidak demikian dengan kesejahteraan yang kami terima selama ini," kata Hafid, seorang guru tidak tetap di SMA Negeri 1 Pamekasan, sambil mengatur teman-temannya yang hendak berunjukrasa ke kantor DPRD Pamekasan, guna memp…

Sengketa Tanah Ganggu Proses Belajar-Mengajar di Madura

Oleh: Abd Aziz

Pamekasan - Pagi itu, sinar mentari di sekitar Desa Batukarang, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, cerah, secerah wajah siswa SDN I Batukarang yang berangkat dari rumahnya menuju sekolah.
Dengan penuh semangat akan masa depan yang lebih baik, penerus generasi bangsa itu terlihat antusias menuju sekolahnya.

Tapi keceriaan para pelajar desa itu tidak berlangsung lama. Sesampainya di halaman sekolah, mereka tidak bisa berebut masuk ke ruang kelas sebagaimana biasa mereka lakukan setiap hari.
Kayu bersilang dengan paku berukuran besar menempel pada pintu masuk semua ruang kelas. Sekolah yang mereka tempati disegel oleh H Said, warga desa setempat yang memiliki tanah tempat bangunan sekolah itu berdiri.
Menurut H Said, dirinya terpaksa melakukan penyegelan, karena tanah yang ditempati lembaga pendidikan tersebut memang merupakan milik pribadinya. Ia sudah mengusulkan kepada pemerintah setempat memberikan ganti rugi, tapi tak kunjung ditanggapi.

Fenomena Mengemis di Madura

Oleh: Abd Aziz

Pamekasan - Menjelang hari raya Idulfitri, pengemis mulai berdatangan ke Pamekasan, Madura, Jawa Timur.

Mereka datang dari berbagai daerah dan pelosok desa di Pamekasan, bahkan tidak sedikit dari luar kota Pamekasan. Seperti Desa Jaddung, Kecamatan Pragaan, Kebupaten Sumenep.

Kedatangan mereka itu bukan hanya sendirian, tapi berkolompok. Mereka hanya mengandalkan kekompakan yang senasib dan sepenanggungan.

Seolah sudah mengerti tempat-tempat yang harus didatangi, begitu sampai di sekitar monomen Arek Lancor Pamekasan, para pengemis yang umumnya dari kaum perempuan ini langsung memisahkan diri.

Ada yang nongkrong di depan toko pakaian, supermarket, toko elektronik bahkan ada pula di depan ATM dan kantor pos.

Petani Butuh Teknologi Produksi Garam

Oleh: Abd Aziz

Pamekasan, 19/12 (ANTARA) - Musim kemarau basah yang terjadi pada 2010 ini, menyebabkan produksi garam di Indonesia, termasuk di Madura, Jawa Timur, gagal.

Akibatnya, produksi garam di Indonesia, khusus di Madura yang selama ini dikenal sebagai Pulau Garam, juga turun secara drastis, bahkan menurut perkiraan, produksi garam tahun ini hanya sekitar 5 persen saja.

Presidium Asosiasi Petani Garam Bahan Baku (Aspegab) Madura, Yoyok R Effendi mengatakan, penurunan produksi itu terjadi karena produksi garam lokal Madura berkurang akibat sering turun hujan.

Vihara Avalokitesvara Simbol Kerukunan Umat Beragama

Oleh: Abd Aziz
Pamekasan (ANTARA News) - "Tidak ada gunanya perbedaan agama dipermasalahkan, karena agama merupakan keyakinan tiap-tiap pribadi, dalam menjalin hubungan antara manusia dengan Tuhannya,".

Kalimat inilah yang disampaikan Ketua Yayasan Vihara Avalokitesvara, Dusun Candi, Desa Polagan, Kecamatan Galis, Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Kosala Mahinda kepada ANTARA saat ditanya tentang perlunya menghormati keyakinan masing-masing individu dalam beragama.


Keyakinan bahwa agama merupakan sesuatu yang sangat individu dalam hubungannya antara manusia dengan Tuhan ini, ternyata tidak hanya dalam tataran konsep hasil pemikiran, namun termanifestasi dalam kehidupan dunia nyata. Seperti halnya di Vihara Avalokitesvara ini.

Vihara Avalokitesvara, terletak sekitar 17 kilometer dari Kota Pamekasan, dibangun pada abad 17 atau sekitar tahun 1700 sebelum Masehi.

Menurut Kosala Mahinda, Vihara yang terletak di Dusun Candi, Desa Polagan, Kecamatan Galis di atas areal seluas 3 hektar…

Bekas Kraton Bangkalan Jadi Milik Pribadi Warga

Oleh: Abd Aziz

Bangkalan, 27/12 - Bekas Kraton Bangkalan, di Kampung Sak-Sak Tengah, Kelurahan Kraton, Kecamatan Bangkalan, Madura, Jawa Timur, diklaim sebagai milik pribadi warga bernama Hansyen Woing.

Hansyen mengklaim sebagai pemilik sah bangunan kuno yang dulunya bekas Kraton Bangkalan itu berdasarkan bukti sertifikat yang ia kantongi dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) setempat.

"Bangunan itu sudah menjadi milik pribadi saya, dan saya telah mengantongi sertifikatnya dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Bangkalan yang dikeluarkan 2010 ini," kata Hansyen.



Pernyataan itu disampaikan Hasyim kepada sejumlah warga di Kelurahan Kraton yang sempat memprotes kepemilikan klaim kepemilikan bekas Karton Bangkalan tersebut.

Menurut dia, bekas Kraton Bangkalan di areal seluas 1 hektare lebih itu, merupakan warisan dari orang tuanya dan sudah diukur sejak 1925 lalu. Namun sertifikatnya baru rampung sekarang ini, ujarnya.

Dulu, bangunan itu ditempati sebagai asrama pejabat di Kabupat…

Gadis Pulau Itu Dipulangkan Paksa Setelah Sakit

Oleh: Abd Aziz

Hidup serba berkecukupan merupakan dambaan hidup semua orang, sebab kemiskinan yang terus mendera pada akhirnya membuka peluang bagi seseorang untuk melakukan perbuatan yang menyimpang, bahkan menjadi 'kufur'.

"Kadza al-fakru an-yakuna kufron (kemiskinan bisa menyebabkan kekafiran)". Demikian salah satu ajaran dalam agama yang kerap disampaikan para ulama saat membahas hal-hal yang berkaitan dengan kemiskinan.

Prinsip ingin hidup berkecukupan dan tidak hanya bergantung kepada kedua orangtua dan bahkan ingin membantu keluarga hudup lebih baik, mendorong, Mariana, gadis berusia 18 tahun warga asal Dusun Mandar, Desa Sapeken, Kecamatan Pulau Sapeken Kabupaten Sumenep, Madura, bekerja ke Jakarta menjadi pembantu rumah tangga.

Perlukah Gedung Baru Untuk DPRD Pamekasan?

Oleh: Abd Aziz

"Saya tidak setuju dengan rencana Pemkab dan sebagian anggota DPRD Pamekasan yang ingin membangun kantor dewan yang baru. Masyarakat masih banyak menderita, pengangguran masih menumpuk dan kemiskinan masih mendera masyarakat kita."

Pernyataan itu disampaikan anggota dewan dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), menanggapi usulan sebagian pimpinan DPRD dan Pemkab Pamekasan yang ingin membangun gedung baru, karena kantor dewan yang saat ini ditempati dinilai tidak layak dan lokasinya tidak strategis, karena berdempetan dengan kantor Pemkab.


Iskandar menilai gedung dewan yang ditempati saat ini masih sangat layak. Keinginan membangun gedung DPRD baru, bukan merupakan keinginan mayoritas anggota dewan, namun hanya segelintir orang saja.

"Secara pribadi atau secara kelembagaan kami tidak setuju. Lebih baik dana untuk pembangunan gedung dewan itu disalurkan bagi masyarakat miskin di Pamekasan," ucapnya menegaskan.

Menurut dia, dana sebesar Rp25 miliar unt…

SMA I Pamekasan Raih Tiga Juara Dunia

Oleh: Abd Aziz

Pamekasan, 22/12 (ANTARA) - Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri I Pamekasan, Madura, Jawa Timur, mampu mengharumkan nama bangsa Indonesia di tingkat dunia, dengan tiga juara yang telah diraih selama ini.

Juara pertama diraih oleh siswa bernama Andy Octavian Latief dalam ajang Olimpiade Fisika Internasional ke-37 di Singapura 2006. Juara kedua oleh Mohammad Shohebul Maromi dalam lomba fisika internasionaldi Kroasia yang digelar pada 15 hingga 17 Juli 2010


Terakhir oleh Alyssa Diva Mustika dalam ajang "The Fourth International Young Mathematics" di India yang berlangsung 2-5 Desember 2010.

Noda Hitam di Jubah Putih Gerbang Salam

Oleh: Abdul Aziz

Siang itu, suasana di Kota Pamekasan, Madura, Jawa Timur, nampak berbeda dari hari-hari biasanya. Arus lalu lintas terpantau sangat ramai, dan di sepanjang ruas jalan raya baik dipenuhi konvoi kendaraan bermotor jenis roda dua.

Mereka itu adalah para pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) dan yang sederajat yang sedang merayakan kelulusan ujian nasional.

Ekspresi kegembiraan nampak di wajah mereka. Corat-coret seragam sekolah, serta saling membubuhkan tanda tangan di seragam sekolah yang mereka gunakan merupakan salah bentuk luapan kegembiraan, para siswa yang telah mengikuti pelaksanaan ujian nasional ini.


Konvoi kelulusan ini tidak hanya dilakukan oleh pelajar putri, namun juga para pelajar putri. Diantara mereka bahkan ada yang terlibat berboncengan dengan berdiri, sambil berjoget. Sebagian ada yang melepas jilbabnya bahkan ada yang sampai telanjang dada.

Peserta konvoi lain di lokasi berbeda tidak kalah serunya, karena mereka menggunting rok segaram sekolah teman-tem…

Rumitnya Penyelesaian Sengketa Lahan SDN Tebul Pamekasan

Oleh: Abd. Aziz

Pamekasan - Pagi itu, para siswa di Sekolah Dasar Negeri (SDN) II Desa Tebul Timur, Kecamatan Pegantenan, Pamekasan Madura, Jawa Timur, tak bisa lagi belajar di ruang kelas, sebagaimana biasanya.

Mereka hanya terlihat bergerombol, sambil sesekali berbincang dengan sesama teman-temannya di luar halaman sekolah. Para siswa dari kelas I hingga kelas VI ini sudah tidak bisa masuk ruang kelas, setelah pemilik lahan, Zakki, melakukan penyegelan di sekolah, tempat mereka menuntut ilmu.



Para siswa ini tidak mengerti persoalan yang sebenarnya terjadi, hingga seorang warga bisa melakukan aksi penyegela dan para guru mereka tidak bisa berbuat apa-apa.

Ketika Kandang Ayam Harus Menjadi Tempat Hunian

Oleh Abdul Aziz

Memiliki rumah besar, dengan halaman luas lengkap dengan berbagai peralatan kebutuhan hidup sehari-hari, merupakan impian semua orang, apalagi dengan mobil mewah, namun tidak demikian dengan pasangan suami istri Mohammad Tamim (35) dan Muslihah (32).

Jangankan rumah besar dengan halaman luas, rumah kecilpun mereka tidak punya, sehingga dengan terpaksa menjadikan bekas kandang ayam sebagai tempat tinggal mereka, bersama tiga orang anaknya yang masih kecil.


"Kondisi seperti ini kok bisa luput dari pendataan saat ada bantuan rumah tidak layak huni baru-baru ini," kata Bupati Pamekasan Kholilurrahman saat melihat secara langsung kondisi rumah tempat tinggal Tamim dan keluarganya itu di Dusun Tenjang, Desa Branta Pesisir, Kecamatan Tlanakan, Sabtu (22/5).

Di rumah tidak layak huni berukuran sekitar 3x4 meter inilah Tamim bersama istri dan tiga orang anaknya, Milda (5), Ulfia Narafifah (9) dan Luluk Agustinah (10) tinggal. Tidak hanya itu saja, sepupunya Agus Yulia…

Batik Tulis Pamekasan Berkibar dari Desa Klampar

Oleh Abdul Aziz

Sambil bersandar ke tiang bale-bale yang ada di halaman rumahnya, Indah (24) warga Kampung Banyumas, Desa Klampar, Kecamatan Proppo, Pamekasan, Madura ini dengan tekun menuliskan "mangkrengan" sebuah alat tulis dalam membatik ke sebuah kain putih.

Perempuan lulusan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Pamekasan ini sudah menjadikan batik nafkah hidup sehari-hari. "Sudah sejak kelas 3 SD saya sudah belajar membatik. Jadi meski sudah sarjana seperti ini kegiatan membatik tetap saya lakukan," tuturnya.

Pemilik nama lengkap Indah Ainiyah ini hanyalah satu dari 690 perempuan di Desa Kamplar yang kesehariannya memang membatik, guna memenuhi pesanan pembeli yang datang dari berbagai daerah ke desa yang berjarak sekitar 10 kilometer dari kota Pamekasan.

RSBI, Antara Peningkatan Mutu dan Kastanisasi

Oleh Abd Aziz

Pada mulanya pengembangan Rintisan sekolah berstandar internasional (RSBI) dan Sekolah Berwawasan Internasional (SBI) adalah untuk meningkatkan mutu pendidikan dan peningkatan sumber daya manusia (SDM) Indonesia.

"Kami menginginkan SDM generasi bangsa ini bisa bersaing dengan SDM bangsa-bangsa lain di dunia yang telah maju. Makanya pemerintah membentuk RSBI, itu merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas SDM melalui pendidikan," kata Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh.


Pernyataan Mendiknas ini disampaikan saat mengisi seminar bertema "Pembangunan dan Pendidikan di Madura" di Islamic Centre Pamekasan yang digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa se Madura, belum lama ini.

Menurut Mendinas ketika itu, sebenarnya kualitas pendidikan di Indonesia telah menunjukkan adanya peningkatan. Ini terbukti dengan adanya siswa Indonesia yang sudah mampu bersaing dengan siswa lain di luar negeri, dalam berbagai bidang keilmuan.

Kesenian Tradisional Macapat Terancam Punah

Oleh Abd Aziz

"Ingsun amamiti anebut asma Yang Sukmo. Rahman mura ing dunya kabhe, Rahim ase ing akherat. Ing sakihi kang amaca 'Laila ha Illallah Muhammadun Rasulullah".

Kidung berbahasa Jawa yang dibacakan pujangga Suwamah, warga Desa Larangan Tokol, Kecamatan Larangan, ini mengawali tembang dalam sebuah hajatan yang digelar warga setempat di desa itu.

Kakek yang sudah berusia 70 tahun ini terlihat sangat serius membacakan kata demi kata dalam sebuah kitab bertuliskan huruf Arab berbahasa Jawa halus ini.