Skip to main content

Posts

Logika Filsafat dan Pengembangan Ilmu Pengetahuan

Belajar logika filsafat dan pengembangan ilmu pengetahun sangat penting, mengingat, jenis ilmu ini digunakan dalam berbagai karya ilmiah, baik dalam bentuk tulisan lepas, ataupun dalam menulis karya ilmiah dalam menyelesaikan tugas akhir kuliah, semisal skripsi ataupun tesis di Perguruan Tinggi.

Manusia berada dalam dua dunia, yakni dunia ilmu pengetahuan dan "life world". Ilmu pengetahuan menewarkan data objektif, empiris dan rasional. Ilmu pengetahuan juga menawarkan cara kerja rasional, menggunakan prinsip-prinsip kausalitas. Sedangkan "life world" merupakan pengalaman subjektif menusia, ketika dia lahir, hidup, mengalami penderitaan, kegembiraan, kebodohan dan kebijaksanaan.

Melalui penjelasan awal tentang ilmu pengetahuan dan "life world" ini, "Bu Pingky" juga menjelaskan tentang salah satu upaya dalam menciptakan pemahaman plural di Tabanan Bali, yang menurutnya, itu adalah kerja kemanusiaan yang tidak membeda-bedakan antara etnis dan key…
Recent posts

Pesan Terakhir Zaenab Sebelum Dieksekusi

Kala itu, wajahnya terlihat lebih bersih, kelihatan lebih putih. Aku lihat rambutnya terlihat panjang hingga sepantat. Tetesan air mata langsung mengalir deras, dan ia langsung memelukku. Akupun demikian.
Begitulah Halimah, mengawali cerita pertemuan terakhirnya dengan adik kandungnya, Siti Zaenab, di penjara Madinah, akhir Maret lalu.

Saat itu, Halimah datang ke Arab Saudi bersama anak sulungnya Syarifuddin, atas bantuan pemerintah Indonesia, yang memfasilitas mereka untuk bertemu Siti Zaenab.
Halimah diberi kesempatan bertemu dengan adik kandungnya selama dua hari, yakni pada tanggal 24-25 Maret 2015.

Banyak hal yang diperbincangkan. Dari menanyakan kabar tentang keluarga yang ada di Bangkalan, Madura, hingga kondisi kedua anak Ali Ridho dan Syarifuddin yang ditinggalkannya sejak kecil, sejak Siti Zenab berangkan ke Arab Saudi menjadi TKI tahun 1998.

Siti Zaenab juga menceritakan, selama dirinya berada di penjara Madinah, ia selalu menghafal Alquran, bahkan telah berhas…

"Bin Sabin" Tanda Kepemilikan Masyarakat Madura

"Kak, jhek ngarek e dinnak, badheh bin sabinah/ mas jangan nyabit rumput disini, itu ada bin-sabin," kata Sunairiyah kepada suaminya Aspurah, pagi itu.

Sunairiyah lalu menunjuk kepada daun pohon siwalan yang ditancapkan di tanah yang banyak rumputnya di sebuah pinggir jalan di Dusun Madurasa, Desa Gagah, Kecamatan Kadur, Pamekasan.

"Mak iyeh ongghu lek, mayuh ngalle dek essak beih/ iya benar ayo kita pindah kesana saja," jawab Aspurah, sambil menunjuk lahan berumput lainnya yang tidak ada daun pohon siwalan yang ditancapkan di ladang itu.

Kedua orang yang merupakan sepasang suami istri itu, akhirnya pindah ke ladang berumput lainnya yang tidak ada tanda terpasang, yang oleh Sunairiyah disebut "Bin Sabin" itu. Keduanya lalu menyabit rumput di ladang itu, hingga rak tempat rumput yang mereka bawa penuh.

Bagi Aspurah dan istrinya Sunairiyah itu, "Bin Sabin" merupakan tanda kepemilikan seseorang.

Orang Madura, yang berpegang teguh kepada tradisi da…

Fenomena Unjuk Rasa dan Peran Media

Oleh Abd Aziz*
Unjuk rasa atau menyampaikan aspirasi di ruang publik, mulai marak digelar di Indonesia, seiring dengan tuntutan refomasi, yang digulirkan masyarakat dan mahasiswa tahun 1998.

Sejak saat itu, berbagai kegiatan unjuk rasa di berbagai daerah sering digelar. Media informasi, seperti televisi, radio, koran dan media online, menjadi corong. Berkat peran media pula, maka pola penyampaian aspirasi bahkan ikut mempengaruhi pola aksi, semisal dengan cara teatrikal, aksi tutup mulut, hingga membakar ban bekas yang dianggap sebagai bentuk kritik.

Sebagian media menganggap bahwa pola aksi aksi unik seperti itu, merupakan bentuk “berita seksi”, menarik untuk diberitakan, dan akan menjadi perhatian pembaca, pendengar atau pemirsa.
Dengan alasan “berita seksi” ini pula, maka pola penyampaian aspirasi dengan cara dialog, audiensi, seolah kurang mendapatkan perhatian, kendatipun substansi inti persoalan yang hendak disampaikan penting untuk diketahui masyarakat luas.

Marakn…

Pentingnya Persatuan Umat di Mata Yusril

Pamekasan (Antara Jatim) - Ancaman disintegrasi bangsa dan perpecahan antarsesama umat Islam, serta kelompok aliran beragama di Indonesia yang pernah terjadi di negeri ini salah satunya karena kurangnya sikap mengalah, untuk kepentingan persatuan dan keutuhan umat.
"Ancaman perpecahan umat ini, sudah pernah terjadi dan terekam dalam sejarah Islam, dan oleh karenanya tugas kita adalah memelihara agar bangsa ini bersatu, dan kompak," kata Pakar Hukum Tata Negara Prof Dr Yusril Ihza Mahendra di Pamekasan, Minggu.
Saat menyampaikan orasi politik bertema "Merajud Ukhuwah, Melawan Ketidakadilan, serta Meraih Kemenangan Menuju Indonesia Gemilang" Yusril menceritakan, apa yang pernah dilakukan dirinya dalam dunia politik pada masa awal reformasi dengan tujuan agar tetap menjaga keutuhan umat Islam, saat ia baru mendirikan Partai Bulan Bintang (PBB) dan masih menjabat sebagai ketua umum partai itu.

Menekan Kemiskinan Melalui Transmigrasi

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar belum lama ini mengatakan pasar kerja Indonesia berkembang cukup berarti dan hal ini ditunjukkan dengan turunnya jumlah penggangguran menjadi hanya 6,14 persen pada Agustus 2012 atau berkurang sebanyak 460.000 orang dibanding Agustus 2011. 

Meski telah mengalami penurunan pemerintah masih menargetkan angka pengangguran ini bisa terus turun hingga 5,1 persen pada 2014. Upaya untuk menekan angka pengangguran tersebut hingga kini terus dilakukan secara rutin. Salah satunya dengan menggelar Program Aksi Gerakan Penanggulangan Pengangguran (GPP) di berbagai daerah di Indonesia.

Setiap tahun, pemerintah terus merancang strategi untuk menciptakan lapangan kerja, baik di sektor formal maupun di sektor informal, dengan harapan dapat menyerap tenaga kerja sebanyak-banyaknya sehingga pengangguran bisa terus ditekan.

Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers

Payung hukum insan pers dalam menjalankan tugas-tugas jurnalistik di lapangan adalah Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Maka segala sesuatu yang berkaitan dengan sengketa pers acuannya adalah Undang-Undang Pers.

Berikut selengkapnya isi undang-undang dimaksud yang kami copy dari situs Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), salah satu organisasi resmi insan pers di negeri ini.

Semoga bisa menambah wawasan, baik kepada kalangan pers itu sendiri, maupun kepada masyarakat umum.