Pesan Damai Natal dari Pamekasan

Pesan Damai Natal dari Pamekasan
AbdAziz.InfoPesan damai Natal menggema dari gereja Katolik di Pamekasan sejak malam Natal hingga hari kelahiran Kristus yang diperingati pada 25 Desember 2018. Malam itu, 24 Desember 2018 Gereja Katolik Maria Ratu Para Rasul yang terletak di Jalan Jokotole Nomor 2 Kabupaten Pamekasan, di Pulau Madura, Jawa Timur nampak berbeda dari hari-hari biasanya.

Beberapa personel polisi dan TNI terlihat berjaga-jaga di depan, bagian samping dan di pintu masuk gereja. Para petugas keamanan itu sebagian bersenjata lengkap, namun apa pula di antara mereka juga ada yang berpakaian preman.

Dalam jarak sekitar lima meter dari pelataran gereja, terdengar sayup-sayup lantunan lagu-lagu dari kelompok paduan suara. Tak berapa lama, terdengar suara pria memimpin ibadah.

Kehadiran petugas keamanan tersebut untuk menjamin dan memastikan bahwa umat Katolik setempat dapat menjalankan ibadah dengan rasa aman.

Dari daun jendela yang tidak tertutup rapat di sisi utara gereja itu, terlihat pastor paruh baya sedang memimpin ibadah serta menyampaikan kotbah kepada ratusan orang yang duduk dengan hikmat memperhatikan kalimat demi kalimat yang disampaikannya

Pastor Paroki yang memimpin misa adalah Romo FB Deddy Sulistya yang merupakan pemimpin jemaat di Gereka Katolik Maria Ratu Para Rasul yang letaknya di sebelah sisi timur area Monumen Arek Lancor yang merupakan jantung Kota Pamekasan itu.

Malam itu adalah malam Natal yaitu hari raya umat Kristen, yang diperingati setiap tahun oleh umat Kristiani pada tanggal 25 Desember sebagai hari kelahiran Yesus Kristus.

Natal dirayakan dalam misa malam pada tanggal 24 Desember, dan misa pagi tanggal 25 Desember.

Dalam kotbahnya, Romo F.B. Deddy Sulistya, mengajak umat untuk menjaga keharmonisan dan kedamaian dan menghadirkan kasih di antara sesama.

"Bahwa sebenarnya di dalam keberagaman kita adalah satu, karena dengan keberagaman kita diperkaya oleh Tuhan," kata Romo Deddy, sapaan karib Rama F.B. Deddy Sulistya.

Ia juga berharap berkat Natal, damai Natal, akan selalu menyertai umat, agar memberi kedamaian, terutama di Indonesia.

"Semoga Natal kali ini akan senantiasa memberi rahmat dan agar berkat Tuhan dapat disalurkan kepada sesama. Selamat Natal 2018, semoga berkat Natal, hikmat Natal, Yesus Kristus ada selalu beserta kita semua," katanya.

Pastor Deddy juga meminta agar pesan damai Natal kali ini tidak hanya terhenti dalam lingkup gereja saja, akan tetapi teraktualisasi dalam kehidupan nyata sehari-hari.

Menurut dia, kasih Tuhan Yesus selalu dirindukan umat, dinantikan, dipersiapkan, dan selalu disambut dengan meriah.

Pengalaman misteri kesatuan dengan Allah yang melahirkan kesalehan ritual perlu juga sampai pada tahap aplikasi dan melahirkan kesalehan sosial.

Oleh karenanya, keberimanan umat Kristiani diharapkan semakin tumbuh bersemi, mekar, dan berakar kuat dan pada akhirnya juga sampai kepada pengalaman iman personal, pengalaman mistik yang menurut dia merupakan kesatuan dan keakraban dengan Allah yang pada akhirnya akan memotivasi dan menginspirasi serta mentransformasi hati untuk melakukan tindakan kasih dalam kehidupan nyata.

"Dan yang tidak kalah pentinya pula, agar umat Kristiani mampu menangkap pesan penting yang disampaikan Tuhan Yesus melalui Perayaan Natal ini," katanya, menjelaskan.

Selain menyampaikan pesan Natal tentang pentingnya keharmonisan dan kedamaian, serta menjaga perbedaan dalam keragaman, Romo Deddy mengajak umat Kristiani untuk meningkatkan kepedulian kepada sesama, sebagai bentuk implementasi atas ajaran kasih Yesus Kristus.

Doa untuk Korban Tsunami
Pada misa malam Natal di Gereja Katolik Maria Ratu Para Rasul di Jalan Jokotole, Pamekasan, Pulau Madura, Jawa Timur, yang diikuti sekitar 400 orang umat itu juga mendoakan para korban tsunami Selat Sunda di Banten, dan Lampung.

"Pada kesempatan ini, mari kita panjatkan doa, untuk saudara-saudara kita yang tertimpa tsunami. Semoga mereka ditabahkan oleh Tuhan, dan semoga arwah mereka diterima bagi korban yang telah meninggal dunia," ucap Romo Deddy Sulistya.

Bagi mereka yang hidup dalam pengungsian, semoga mereka tidak putus asa dan akan mendapatkan berkat dan lindungan-Nya.

"Kita percaya pemerintah dapat memberikan yang terbaik. Semoga mereka tabah, dan tetap berharap bahwa Tuhan selalu bersama kita semua," ucap Romo Deddy.

Sang Pastor menggugah kesadaran batin jemaat, melalui sifat kasih Tuhan Yesus yang rela mati di tiang salib, demi untuk memperjuangkan dan menebus dosa-dosa umatnya.

"Semua manusia adalah sama, dan apa yang dialami manusia lain, maka sepatutnya juga dirasakan oleh umat yang lain," kata Romo Deddy kepada Antara, seusai Misa Natal pada 24 Desember 2018 itu.

Natal, menurut dia, merupakan pintu masuk untuk menanamkan nilai-nilai kasih dan kebaikan kepada sesama, dan terlaksana dalam kehidupan nyata bermasyarakat.

Misteri Natal yang dirayakan Gereja tidak habis pada saat kelahiran Yesus. Kelahiran Yesus hanyalah pintu masuk ke dalam Misteri Natal yang kita dirayakan umat Kristiani.

"Sebab, Inkarnasi Sabda menjadi Daging adalah pondasi dasar, kerangka yang akan menyokong kita melihat, mendalami, mengenyam dan menelan apa yang diwartakan oleh iman kita," katanya.

Berbagi pada Sesama
Pesan damai Natal dan ajaran kasih Yesus pada umat Kristiani, memang berupaya diwujudkan dalam praktik nyata kehidupan sehari-hari.

Buktinya keesokan harinya, yakni seusai kebaktian pagi pada 25 Desember 2018, jemaat Kristiani di Gereja Katolik Maria Ratu Para Rasul itu, membagi-bagikan paket sembako kepada warga miskin dan kurang mampu di kota itu.

Mereka yang menerima bantuan paket sembako, bukan hanya umat Kristiani saja, akan tetapi juga tidak sedikit di antara mereka yang beragama lain. Beberapa warga yang kurang mampu secara ekonomi, perempuan berjilbab, dan laki-laki bersarung dan memakai kopyah, juga terlibat mendapatkan bantuan paket sembako yang diberikan oleh anak-anak umat Kristiani di gereja itu.

"Sebab, untuk berbagi dan membantu sesama, tidak perlu melihat latar belakang agama, akan tetapi nilai kemanusiaan sebagai ajaran dasar kasih sayang sesama umat," kata Romo Deddy Sulistya.

Kapolres Pamekasan AKBP Teguh Wibowo saat menyampaikan sambutan pada kebaktian pagi di Gereja Katolik Maria Ratu Para Rasul itu menyatakan, semua hakikat ajaran agama adalah kebaikan, kebenaran dan cinta kasih antarsesama.

Oleh karenanya, ia berharap, gereja bisa menjadi tonggak dalam menanamkan nilai-nilai luhur tentang kebersamaan, dan kerukunan antarumat beragama.

"Mari kita ciptakan kedamaian dan kerukunan di negeri ini, apalagi dalam waktu dekat ini kita akan melakukan pemilu, dimana biasanya nuansanya akan lebih memanas," ujar kapolres.

Ia berharap, pesan damai dan welas asih dari gereja pada Natal tahun ini, bisa membawa penyejuk perdamaian untuk saling menjaga kerukunan diantara sesama umat beragama.  (Jatim.Antaranews.Com, 27 Desember 2018)

Ibu Hebat itu akan Melahirkan Generasi Hebat

AbdAziz.InfoKaum perempuan dari sejumlah organisasi wanita terlihat antusias mengikuti upacara peringatan Hari Ibu di Lapangan Pendopo Ronggosukowati Kabupaten Pamekasan, Pulau Madura, Jawa Timur, Sabtu (22/12) pagi.

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam menjadi inspektur upacara pada peringatan Hari Ibu bertema "Bersama Meningkatkan Peran Perempuan dan Laki-Laki dalam Membangun Ketahanan Keluarga untuk Kesejahteraan Bangsa".

"Peringatan Hari Ibu ini dibarapkan bisa meningkatkan potensi dan peran aktif kaum perempuan dalam berbagai sektor," kata Bupati Baddrut Tamam saat membacakan sambutan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia Yohana Yembise dalam upacara itu.

Ketahanan keluarga dan pentingnya peran ibu, menjadi tema pokok pada Peringatan Hari Ibu ke-90 tahun ini, dengan berbagai pertimbangan. Salah satunya, karena "Ibu" merupakan dasar atau pondasi pembentukan karakter bagi anak.

"Al-Ummu Madrasatul Ula (ibu merupakan sekolah pertama), sebagaimana peribahasa Arab atau Al-Jannatu Tahta Aqdamil Ummahad (surga berada dibawah telapak kaki ibu)" menunjukkan betapa ibu memiliki peran penting dalam membina dan mencetak karakter anak yang merupakan calon generasi muda bangsa, sebagai pemegang estafet tonggak sejarah bangsa pada masa-masa yang akan datang.

Dengan demikian, generasi hebat, tentu tidak akan terwujud begitu saja, akan tetapi melalui peran ibu yang hebat pula. "Karena itu, saya meyakini bahwa melalui ibu yang hebat ini, akan terwujud pula generasi masa depan yang hebat," kata istri Bupati Pamekasan Naila Baddrut Tamam.

Dalam konteks ini, Naila sebenarnya ingin menekankan betapa penting peran seorang ibu sebagai "Al-Madrasatul Ula" dalam ikut menentukan arah dan pola pikir generasi muda, serta pembinaan generasi muda, melalui pendidikan pertama di lingkungan keluarga.

Bahkan, ia meyakini peran ibu dan kaum perempuan bukan hanya dalam konteks wilayah domistik, yakni rumah tangga, akan tetapi juga pada wilayah publik, termasuk dalam dunia politik.

"Saya setuju dengan ungkapan yang sering disampaikan suami saya, bahwa dibalik kesuksesan dan peran laki-laki hebat, ada peran perempuan dan istri yang hebat pula yang setia dan selalu memberikan dukungan guna meraih kesuksesannya," ujar perempuan peraih nominasi "Madura Award 2018" dalam kategori Tokoh Perempuan Terpopuler yang digelar Harian Radar Madura pada 21 Desember 2018 itu.

Oleh karenanya, Naila memandang penting peringatan Hari Ibu tahun ini sebagai ajang untuk melakukan refleksi dan evaluasi diri bagi semua kalangan, masyarakat, tokoh politik, agama dan organisasi kemasyarakatan, agar nilai-nilai moral untuk menghormati kaum ibu dan kaum perempuan secara umum hendaknya ditingkatkan.

Peringatan hari ibu, kata dia, harus menjadi momentum untuk melakukan refleksi bersama. Peringatan hari ibu tidak hanya dimeriahkan dengan menggelar upacara, akan tetapi yang lebih penting adalah bisa menumbuhkan nilai-nilai baik agar terwujud kebaikan bersama dalam berbagai lingkup kehidupan sosial masyarakat.

Reflekasi Hari Ibu di Pamekasan
Di Kabupaten Pamekasan, Pulau Madura, Jawa Timur, perayaan menyambut Hari Ibu Ke-90 ini tidak hanya dilakukan dengan menggelar upacara saja, akan tetapi melalui beragam kegiatan.

Selain upacara bendera, pada peringatan Hari Ibu tersebut Pemkab Pamekasan juga menyerahkan bantuan kepada sekitar 40 orang perempuan lanjut usia.

Menurut Naila Baddrut Tamam, bantuan kepada puluhan orang perempuan lanjut usia dari keluarga kurang mampu itu sebagai wujud komitmen dan rasa syukur Pemkab Pamekasan atas peran dan jasa kaum perempuan dalam ikut mewujudkan dan membina generasi muda bangsa.

"Nilai bantuan yang kami berikan memang tidak seberapa. Akan tetapi, melalui kegiatan itu, kami ingin menggugah kesadaran publik di Pamekasan ini agar peran kaum ibu dan kaum perempuan lainnya ditempatkan pada tempat yang semestinya sebagaimana memang telah menjadi tuntunan agama," ujar Naila Baddrut Tamam.

Kalangan aktivis mahasiswa merayakannya dengan membagi-bagi bunga kepada masyarakat di sekitar kota Pamekasan. Salah satunya, seperti yang digelar Korps Perempuan Mahasiswa Islam Indonesia (Korpri).

Aktivis organisasi mahasiswa yang berafiliasi dengan ormas Nahdlatul Ulama (NU) ini, menggelar aksi bagi-bagi bunga di sekitar Kota Pamekasan, dengan tujuan agar momentum peringatan Hari Ibu bisa dimaknai sebagai hari cinta damai dengan senantiasa menghormati peran kaum ibu.

Para aktivis mahasiswa organisasi ektra kampus di Pamekasan ini meyakini, bahwa nilai moral agama Islam yang menempatkan kaum perempuan dan ibu sabagai sosok yang harus dihormati adalah nilai moral yang merepresentasikan betapa ibu dan kaum perempuan lainnya memiliki peran mulia bagi semua insan manusia.

Sedangkan komunitas pegiat seni budaya di Pamekasan, merayakan Hari Ibu Ke-90 itu dengan menggelar pentas seni budaya di Pendopo Budaya Wakil Bupati Pamekasan.

Menurut pembinan komunitas Seni Anggar Makan Ati Pamekasan Halifaturrahman, seniman memang memiliki cara berbeda dalam mengkampanyekan nilai-nilai moral pada peringatan Hari Ibu Ke-90 kali ini.

"Ini adalah cara kami dalam merefleksikan nilai-nilai moral yang harus diimplementasikan bagaimana menghormati hari ibu," ujar Mamang sapaan karib Halifaturrahman itu.

Pada pementasan itu, para seniman dan budayawan yang diundang hadir menampilkan puisi bertema "Ibu". Tujuannya mengajak masyarakat merenungkan akan hakikat penting akan peran, dan jasa ibu dalam kehidupan sehari-hari dan peran aktif ibu dalam mewujudkan generasi muda bangsa sebagai estafet penerus perjuangan bangsa di masa-masa yang akan datang.

Mewujudkan Pamekasan Hebat
Jargon "Pamekasan Hebat" merupakan cita ideal yang hendak diwujudkan kepemimpinan Baddrut Tamam dan Rajae (Berbaur) dengan mengacu kepada konsep normatif Islam yang mengharuskan penganutnya berbaik sangka (husnus dzan), melalui pilar ideologis dan kerja kemanusiaan, yakni beriman, berilmu dan beramal.

Menurut bupati, cita ideal "Pamekasan Hebat" ini akan terwujud apabila didukung oleh kelompok terkecil dalam sebuah masyarakat, yakni keluarga. Sedangkan tokoh kunci dalam sebuah keluarga adalah "ibu".

"Peran pendidikan keluarga yang bertumpu pada kaum ibu ini yang saya kira akan memberikan kontribusi besar dalam mewujudkan cita ideal Pamekasan hebat, yakni Pamekasan yang radjhabajrha, tor parjugha," ujar Baddrut.

Rajha berarti makmur, bajrha berarti mujur dan parjugha berarti disegani atau berwibawa.

Oleh karenanya, sambung dia, peringatan Hari Ibu Ke-90 tahun ini, hendaknya harus menjadi tumpuan refleksi dan evaluasi bersama dalam mewujudkan cita ideal Pamekasan Hebat.

Bagi bupati muda ini, peran kaum ibu dan kaum perempuan memberikan dukungan yang positif, karena dibalik sosok pemimpin laki-laki hebat, tidak lepas dari dorongan atau motifasi dari istri dan orang tua perempuan yang hebat pula.

"Jadi, tumpuan cita ideal `Pamekasan Hebat` yang kami canangkan bersama pak Wabup Pamekasan ini, adalah pada komunitas terkecil dalam sebuah keluarga, dalam hal ini pada kaum ibu dan kaum perempuan sebagai `al-madrasatul-ula," ujar Baddrut Tamam.

Oleh karenanya, ia mengajak semua elemen dan lapisan masyarakat agar momentum peringatan Hari Ibu Ke-90 itu, dijadikan momentuk evaluasi dan refleksi diri, dalam menempatkan peran kaum perempuan pada posisi yang sejajar, saling melengkapi dan saling menghormasi dalam mengarungi bahtera rumah tangga, dalam membangun dan mewujudkan masa depan bangsa yang lebih baik. (Jatim.Antaranews.Com, 23 Desember 2018)

Mimpi Pemimpin Muda Pamekasan itu terwujud di Islamic Centre

Mimpi Pemimpin Muda Pamekasan itu terwujud di Islamic Centre
AbdAziz.Info - "Kami bermimpi, apabila nanti ditakdirkan oleh Allah SWT dan dipercaya masyarakat memimpin Pamekasan, maka yang hendak kami utamakan adalah pada peningkatan pelayanan publik, disamping kemudahan bagi masyarakat umum untuk mendapatkan akses pendidikan yang lebih layak. Kami akan menjadikan diri kami sebagai pelayan ummat dan akan kami jadikan jabatan ini sebagai wasilah untuk memperjuangkan kesejahteraan rakyat,".

Kalimat ini disampaikan Bupati Pamekasan Baddrut Tamam saat acara debat kandidat pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat dan disiarkan secara langsung oleh salah satu televisi swasta di Jawa Timur pada April 2018, dua bulan sebelum pengutan suara berlangsung.

Baddrut menggunakan kata mimpi karena keinginannya dalam meningkatkan pelayanan publik dengan mendirikan Mal Pelayanan Publik, dinilai terlalu tinggi, apalagi pada periode pertama kepemimpinan dirinya. Sesuatu yang dirasa sulit terwujud. Sebab kabupaten/kota di Jawa Timur yang telah maju dalam bidang pelayanan publik, seperti Kota Surabaya dan Kabupaten Banyuangi, baru bisa mendirikan Mal Pelayanan Publik pada periode kedua kepemimpinan mereka.

Sebagian masyarakat Pamekasan kala itu menilai, program Cabup Baddrut Tamam dan Wakilnya Raja`e terlalu ideal. Akan tetapi tidak sedikit yang mengapresiasi, karena mimpi dalam mewujudkan cita-cita luhur, memang harus terbangun dari cita-cita baik dengan niat yang baik pula.

Namun, setelah duet pasangan pemimpin muda ini terpilih dan dilantik oleh sebagai pasangan Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan periode 2018-2023, Baddrut Tamam malah menjadikan peningkatan pelayanan melalui Mal Pelayanan Publik masuk dalam program seratus hari kerja.

Dalam berbagai pertemuan dengan masyarakat, mantan anggota DPRD Jawa Timur dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menyatakan, program percepatan pembangunan Pamekasan dan layanan publik itu dilakukan, untuk menggambarkan wajah Pamekasan di lima tahun yang akan datang.

"Untuk melihat seperti apa wajah Pamekasan lima tahun yang akan datang, maka bisa dilihat sejak saat tahun 2018 di setarus harus kepemimpinan saya bersama Pak Raja`e, karena semua pondasi pemerintahan untuk lima tahun yang akan datang akan kami tentukan saat ini juga," ujar Baddrut Tamam.

Sejak menjabat sebagai pemimpin Pamekasan, bupati muda ini, memang banyak melakukan program prestisius yang berkaitan dengan janji politiknya saat kampanye sebagai Calon Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan, baik di bidang kesejahteraan rakyat dan layanan publik dan pengembangan usaha mikro dan potensi unggulan Pamekasan, terutama batik tulis, Pamekasan.

Upaya meningkatkan pemasaran batik tulis Pamekasan dilakukan dengan menggencarkan promosi bersama tiga pemkab lain di Madura, yakni Sumenep, Sampang dan Pemkab Bangkalan, bekerja sama dengan Smesco Indonesia, selama dua hari pada 28-29 November 2018.

Pada penguatan di tingkat lokal Pamekasan, Bupati Baddrut Tamam mengharuskan semua mobil dinas di lingkungan Pemkab Pamekasan dibranding batik tulis dan itu dimulai dari mobil dinas pribadinya. Sedangkan di bidang pelayanan dengan mendirikan Mal Pelayanan Publik.


Inovasi Revolusi Industri 4.0
Bupati Pamekasan Baddrut Tamam mengatakan, peningkatan pelayanan kepada masyarakat merupakan hal penting untuk dilakukan. Disamping perlu penyesuaian dengan kemajuan teknologi informasi, juga sebagai bentuk pertanggungjawaban dan pengabdian kepada kepada masyarakat, sebagai implementasi dari nilai-nilai ke-Islam-an.

Era revolusi industri 4.0 yang ditandai dengan kemunculan superkomputer, robot pintar, kendaraan tanpa pengemudi, editing genetik dan perkembangan neuroteknologi yang memungkinkan manusia untuk lebih mengoptimalkan fungsi otak.

Era ini telah menemukan pola baru ketika disruptif teknologi (disruptive technology) hadir begitu cepat dan mengancam keberadaan lembaga social dan politik yang merasa nyaman dengan pola lama dan tidak mau beradaptasi dengan dunia masa kini.

"Dalam konteks relasi negara dengan rakyat, era disruptif ini telah mendatangkan ancaman yang nyata bagi organisasi pemerintah, dalam hal ini adalah birokrasi. Birokrasi dituntut berubah dengan cepat, kreatif, lincah, partisipatif dan akuntabel," kata Baddrut.

Undang-Undang 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, telah memberikan ruang bagi pemerintah daerah untuk terus beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan serta tekhnologi. Pengelolaan pemerintahan di tingkat daerah, dituntut untuk bekerja dengan cepat, kreatif dan inovatif.

Maka, melalui kebijakan desentralisasi pemerintah daerah diharapkan mampu meningkatkan pembangunan dan pemeliharaan sarana dan prasarana publik. Hal ini perlu dilakukan untuk pemerataan pembangunan dan berkualitas.

Di satu sisi, tuntutan masyarakat mengharuskan aparat Pemerintah daerah/kota mampu untuk memberikan pelayanan yang terbaik dan berkualitas untuk masyarakat.

Pelayanan publik di daerah masih menjadi isu kebijakan yang semakin strategi karena perbaikan pelayanan publik di daerah cenderung berjalan di tempat, sedangkan implikasinya sangat luas dalam kehidupan ekonomi, politik, sosial dan budaya.

Masih banyaknya masalah yang terkait dengan pelayanan publik di daerah pascapelaksanaan otonomi daerah, dipandang perlu dalam proses pelayanan publik untuk menjawab tuntutan masyarakat dalam upaya peningkatan pelayanan publik yang semakin maju dan berkembang.

Proses penyederhanaan ini, sambung dia, pada awalnya dimulai dari pihak pemerintah untuk melakukan pembaharuan. Pembaruan yang dimaksud yaitu dengan menciptakan "enterpreneur minded" dalam organisasi dan menciptakan organisasi pemerintah yang memiliki sistem pembaharuan diri.

Maka, melihat kenyataan tersebut, dengan melandaskan pada Peraturan Presiden Nomor 97 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, serta Instruksi Presiden Nomor 91 Tahun 2017 tentang Percepatan Pelaksanaan Berusaha, serta berbagai landasan hukum lainnya, dan mengacu kepada janji politik pasangan "Berbaur (Baddrut Tamam dan Raja`e)" terkait penyelenggaraan pemerintahan yang profesional, bersih, kreatif, inovatif serta akuntabel, pasangan pemimpin muda Pamekasan akhirnya meluncurkan Mal Pelayanan Publik pertama di Pulau Madura.

Dalam Mall Pelayanan Publik tersebut, terdapat 54 jenis jumlah layanan perizinan organisasi perangkat daerah (OPD) dan 7 jenis layanan perizinan non-OPD, seperti pajak reklame, pajak PBB, sewa videotron, sewa gedung Serba Guna, sewa Gedung Islamic Centre, dan rekom kegiatan untuk skala kabupaten.

"Launching Mal Pelayanan Publik dimaksudkan untuk mempercepat proses layanan publik, serta peningkatan kondisi ekonomi, menuju Pamekasan Hebat, bajhrarajha tor parjugha," kata Baddrut Tamam.

"Pamekasan Hebat" merupakan takeline kepemimpinan Baddrut Tamam-Raja`e, sedangkan bajhrarajha tor parjugha, memiliki arti beruntung, makmur dan berwibawa.

Peluncuran Mal Pelayanan Publik yang berlokasi di lantai dasar Gedung Islamic Centre Pamekasan ini ditandai dengan pelepasan balon, seusai acara apel bersama dari semua satuan kerja perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab setempat.

Menurut bupati, program prestisius ini sengaja diluncurkan sebelum pergantian tahun 2019, karena merupakan bagian dari 100 hari kepemimpinan dirinya. Dengan adanya Mal Pelayanan Publik ini, maka masyarakat yang hendak mengurus perizinan akan lebih mudah, karena dengan datang kesatu tempat, mereka sudah bisa mengurus berbagai kelengkapan yang berkaitan dengan perizinan.

Peluncuran yang ditandai dengan pelepasan balon untuk duet pemimpin muda yang sama-sama masih berusia 42 tahun ini mendapatkan apresiasi positif dari berbagai kalangan di Pamekasan apalagi program itu terealisasi pada hari ke-56 kepemimpinan Baddrut-Raja`e.

Setelah apel peluncuran, Bupati Baddrut Tamam bersama Wakilnya Raja`e disertai unsur Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) setempat selanjutnya memotong pita Mall Pelayanan Publik di lantai dasar Gedung Islamic Centre itu.

Bupati bersama Wabup serta Forpimda Pemkab Pamekasan selanjutnya meninjau satu persatu layanan publik dan layanan perizinan yang ada di Mal Pelayanan Publik itu.


Dorong Ekonomi dan Kesejahteraan
Direktur Inkubator Bisnis Universitas Madura (Unira) Pamekasan Dr Gazali menilai, Mal Pelayanan Publik yang diluncurkan duet pemimpin muda Pamekasan yakni Babrrut Tamam dan Raja`e itu akan berdampak positif pada upaya mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Sebab, salah satu faktor dalam mendorong kemajuan usaha dan pertumbuhan ekonomi adalah kemudahan dalam mengurus perizinan. "Melalui Mal Pelayanan Publik ini, Pemkab Pamekasan berarti memiliki komitmen baik merangsang pertumbuhan ekonomi di Pamekasan ini," ujar Gazali.

Presidium Korp Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (Kahmi) Pamekasan ini menyatakan, selama ini yang sering menjadi keluhan pelaku usaha atau investor yang hendak berinvestasi di Kabupaten Pamekasan adalah sistem perizinan yang rumit dan dinilai berbelit-belit.

Dampak positif keberadaan Mal Pelayanan Publik ini juga dimanfaatkan oleh Unira Pamekasan dengan membuka layanan konsultasi bisnis bagi masyarakat yang hendak mengembangkan usaha mereka.

Ada tiga jenis pelayanan yang dibuka Unira di Mall Pelayanan Publik Pemkab Pamekasan yang bertempat di lantai dasar gedung Islamic Centre, Pamekasan itu. Masing-masing konsultasi bisnis dan kewirausahaan, pendidikan dan pelatihan, serta pembinaan supervisi.

"Tapi, tentunya, pelaksanaan dari Mal Pelayanan Publik ini perlu terus dievaluasi agar terus menjadi lebih baik," kata mantan Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pamekasan itu. (Jatim.AntaraNews.Com, 18 Desember 2018)

Memaksimalkan Penggratisan Jembatan Suramadu bagi Warga Madura

Memaksimalkan Penggratisan Jembatan Suramadu bagi Warga Madura
Bangkalan (Antaranews Jatim) - Tanggal 26 Oktober 2018 menjadi catatan tersendiri masyarakat di empat kabupaten di Pulau Madura, yakni Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep. Karena,  Presiden RI Joko Widodo saat itu menggratiskan penggunaan Jembatan Suramadu, penghubung Pulau Jawa-Madura.

Penggratisan jembatan sepanjang 5,4 kilometer ini, seiring dengan perubahan fungsi, menjadi jalan umum tanpa tol, sebagaimana tertuang dalam Perpres Nomor 98 Tahun 2018.

"Pengoperasian Jembatan Surabaya Madura diubah menjadi jalan umum tanpa tol," bunyi Pasal 1 di Perpres itu.

Dengan berlakunya Perpres tersebut maka Keputusan Presiden Nomor 79 Tahun 2003 tentang Pembangunan Jembatan Surabaya-Madura dan ketentuan Pasal 12 huruf b sebagaimana diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 23 Tahun 2009 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2008 tentang Badan Pengembangan Wilayah Surabaya-Madura Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2008 tentang Badan Pengembangan Wilayah Surabaya-Madura, dicabut dan dinyatakan tidak berlaku lagi.

Ada beberapa hal yang dikemukakan presiden terkait kebijakan membebaskan tarif penyeberangan di Jembatan Suramadu itu. Antara lain, sebagai bentuk dari optimisme pemerintah pusat dalam mendorong roda perekonomian di Pulau Madura, sehingga dibuatlah kebijakan penggratisan Jembatan Suramadu atau berubah menjadi jalan umum yang bisa dilewati tanpa harus membayar.

Selain itu, pemerintah mendasari kebijakannya tersebut, pada tujuan sejarah pembangunan Jembatan Suramadu, yakni ingin memajukan perekonomian di Pulau Madura. Dengan penggratisan itu, diharapkan sebaran perluasan Kota Surabaya, sebagai pusat perekonomian masyarakat di Jawa Timur tidak hanya meluas ke Sidoarjo dan Gresik, akan tetapi juga ke Madura, yakni di Kabupaten Bangkalan dan sekitarnya.

Tarif Rp15 ribu dan Rp30 ribu pulang-pergi bagi masyarakat yang bekerja di Surabaya dan tinggal di Bangkalan, bukan biaya yang ringan. Jika mereka harus pulang-pergi dari Bangkalan ke Surabaya selama 26 hari masa efektif kerja saja, maka dibutuhkan biaya Rp780.000 hanya untuk tarif tol bagi kendaraan pribadi roda empat.

"Paling tidak, dengan pembebasan tarif Jembatan Suramdu ini, akan mengurangi bebas biaya perjalanan, sehingga ketika Suramadu gratis, perluasan sebaran penduduk di wilayah utara Surabaya bisa segera terwujud, dan tentu pada akhirnya akan berdampak pada perkembangan ekonomo di Madura juga," kata Ketua DPRD Jatim Abdul Halim Iskandar.

Apa yang disampaikan Halim, barangkali merupakan cita ideal yang hendak dicapai ketika Suramadu telah digratiskan. Sebab, pada kenyataannya, sejak jembatan sepanjang 5.438 meter itu diresmikan pada tahun 2009, perekonomian kawasan sisi jembatan, khususnya di sisi Madura, belum tampak ada perubahan signifikan. Sebab, dari empat kabupaten yang ada, dua diantaranya tetap berstatus sebagai kabupaten tertinggal, yakni Kabupaten Sampang dan Kabupaten Bangkalan.

Di antara empat kabupaten yang ada di Madura, justru dua kabupaten yang merupakan pintu Gerbang Suramadu, Bangkalan tercatat sebagai kabupaten tertinggal dengan indek pembanguna manusia (IPM) sangat rendah. Malah dua kabupaten terjauh, yakni Sumenep dan Pamekasan justru bebas dari status tertinggal.

Secara umum, angka kemiskinan di Madura masih jauh dibawah rata-rata angka kemiskinan di Jawa Timur yang berada dalam kisaran antara 4,6 persen. Rata-rata angka kemiskinan di pulau berpenduduk 4 juta jiwa ini berdasarkan data BPS antara 16 hingga 23 persen.

Perlu Sentimen Madura
Bupati Pamekasan Baddrut Tamam menilai, penggratisan jembatan Suramadu oleh pemerintah pusat justru akan berdampak positif pada kemajuan dan kemakmuran masyarakat di empat kabupaten di wilayah itu.

Sebab, selain beban biaya transportasi berkurang, penggatisan Jembatan Suramadu yang telah diresmikan secara langsung oleh Presiden RI pada 26 Oktober 2018 itu, juga akan membuka akses seluas-luasnya bagi rakyat Madura.

Bupati menilai, Madura yang terdiri dari empat kabupaten itu, yakni Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep, memiliki keunggulan masing-masing dalam banyak hal. Baik dari sisi potensi sumber daya alam, ekonomi maupun potensi seni budaya lainnya.

Potensi menonjol selama ini, kata dia, adalah memang di bidang pertanian dan perdagangan. Sedangkan sektor jasa dan pariwisata, belum tergarap secara maksimal, meskipun Madura memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan.

"Maka dari itu, dari berbagai kesempatan saya mengajak semua bupati di Madura ini, untuk terlebih dahulu membangun sentimen Madura. Jadi tidak ada yang saling menonjol dan yang perlu kita tonjolkan adalah Madura," kata Baddrut dalam sebuah diskusi bersama pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan.

Sentimen "ber-Madura" yang ia maksud, bahwa Madura merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan dan masing-masing kabupaten di Pulau Garam itu, memiliki potensi yang saling melengkapi.

Ia mencontohkan seperti, batik tulis. Menurut dia, batik tulis terbaik di Madura adalah di batik tulis Pamekasan. Akan tetapi, kerajinan keris terbaik di Madura adalah di Kabupaten Sumenep, bahkan jenis karijinan tersebut kini sudah terkenal hingga di luar negeri.

Di Bangkalan, potensi menonjol yang bisa dikembangkan dan mampu mendorong perekonomian masyarakat adalah di bidang kuliner. Bangkalan memiliki makanan khas yang tidak dimiliki kabupaten lain, yakni bebek sinjai. Situs sejarah masa lalu di Bangkalan sampai saat ini masih lengkap, termasuk juga di Kabupaten Sumenep.

"Jika sentimen Madura ini mampu kita wujudkan, dan Madura menjadi satu kesatuan, maka saya yakin, kemakmuran dan kemajuan bersama di sektor ekonomi di Madura ini bisa terwujud dengan baik. Penggratisan Jembatan Suramadu ini merupakan momentum agar kita bisa membuktikan kepada pemerintah pusat," ujar Baddrut.

Rektor Universitas Trunojoyo Madura (UTM) DrH Muh Syarif M.Si, mengakui, bahwa koordinasi dan konsolidari empat kepala daerah di Madura penting untuk dilakukan, untuk membangun komitmen bersama dalam menata masa depan Madura yang lebih baik dengan pola pembangunan terintegratif.

Penggratis tarif tol Jembatan Suramadu menurutnya merupakan awal yang baik untuk percepatan pengembangan ekonomi Madura. Bahkan, Syarif menyatakan, bahwa setelah Jembatan Suramadu digratiskan untuk seluruh jenis kendaraan, dua daerah tertinggal di Madura itu bisa segera diatasi.

Pengembangan UMKM
Penggratisan tarif penyeberangan Jembatan Suramadu, disambut baik oleh empat kepala daerah di Pulau Madura. Pengembangan potensi dan promosi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dinilai positif dalam memajukan ekonomi masyarakat di wilayah itu.

Langkah awal yang dilalukan para pemimpin di empat kabupaten ini, dengan menggelar pameran UMKM bersama di Smesco Indonesia, selama dua hari pada 28-29 November 2018 atau dua hari setelah Presiden mengumumkan penggratisan tarif Jembatan Suramadu.

Kegiatan yang digelar dalam rangka membangun "sentimen" Madura juga mendapatkan apresiasi dari Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga, karena merupakan terobosan baru dan dinilai sebagai langkah positif dalam memajukan perekonomian Madura.

Apalagi potensi UMKM yang tersebar di empat kabupaten di Pulau Madura berdasarkan paparan Bupati Pamekasan Baddrut Tamam kala itu, sebanyak 52.200 UMKM dengan jumlah sebanyak 3.625 koperasi dan 7.080 perajin batik dari total jumlah pendudukan sebanyak sekitar 4 juta jiwa yang tersebar di 72 kecamatan, di 961 desa dan 29 kelurahan yang ada di empat kabupaten di wilayah itu.

"Saya memberikan apresiasi dan mengucapkan terimakasih atas dukungan yang luar biasa dari para Bupati se Madura, dalam membina dan mensupoort UMKM-nya agar bisa menambah daya saing sekaligus membuka akses pasar dengan mengggelaar acara ini," kata Menteri Puspayoga dalam sabutannya pada acara Ragam Kriyanusa Jawa Timur dalam Etnik Kontemporer di Era Revolusi Industri 4.0, Madura Menjemput Asa Menembus Batas, di gedung Smesco Indonesia, Jakarta, kala itu.

Baik Bupati Pamekasan Baddrut Tamam, Bupati Bangkalan Abd Latif Amin Imron, Bupati Sumenep Busro Karim dan Pj Bupati Sampang Jonathan Judianto mengakui, bahwa pembinaan terhadap potensi lokal yang ada di Madura belum tergarap secara maksimal, terutama bidang promosi batik tulis.

Oleh karenanya, kegiatan pameran UKMM yang didalamnya juga memasarkan produk unggulan berupa batik tulis, merupakan salah satu upaya untuk mempromosikan batik tulis Madura agar lebih dikenal luas masyarakat.

Bupati Baddrut Tamam dan tiga bupati lainnya di Madura juga mengakui, bahwa pembebasan tarif tol Suramadu akan bisa berdampak sigifikan, apabila bisa dikelalo dengan baik, melalui sistem manajemen pemasaran modern atau pemasaran digital.

"Hemat kami, sistem terintegratif antara Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep, akan menjadi potensi luar biasa bagi pengembangan ekonomi di Madura ini. Caranya kita harus terlebih dahulu membangun `sentimen` Madura, bahwa Madura bukan hanya satu kabupaten tertentu, tapi terdiri dari empat kabupaten," kata Baddrut Tamam.

Baddrut dan Abd Latif Amin Imron meyakini kemajuan di Madura akan ditentukan oleh kekompakan empat kepala daerah di Pulau Garam ini. "Jika ini terwujud, maka dampak positif penggratisan Suramadu, akan lebih dahsyat lagi," ujarnya.

Jadi bukan hanya berkembang, tetapi diharapkan akan terjadi percepatan perkembangan bagi kemajuan ekonomi dan kemakmuran rakyat Madura. (Jatim.AntaraNews.Com, 14 Desember 2018)

Unsur Penting Komunikan dalam Komunikasi Politik

"Setiap orang dapat menjadi komunikator politik, hanya bobotnya yang membedakan antara tokoh dan orang kebanyakan".
           
Ada tiga kata kunci dalam komunikator politik ini, yakni politik, profesional, dan aktivitas.

Politikus
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), politikus berarti ahli politik, ahli kenegaraan dan orang yang berkecimpung dalam bidang politik.

Kata "Politikus" ini merupakan kata tunggal dari kata jamak "politisi". Artinya adalah seseorang yang terlibat dalam politik, dan kadang juga termasuk para ahli politik. Politikus juga termasuk figur politik yang ikut serta dalam pemerintahan (wikipedia).

Dalam sebuah negara, para politikus membentuk bagian eksekutif dari sebuah pemerintah dan kantor sang pemimpin negara serta bagian legislatif, dan pemerintah di tingkat regional dan lokal.

Dengan demikian, politikus adalah pada orang yang melakukan kegiatan politik. Sedangkan politik itu sendiri adalah interaksi antara pemerintah dan masyarakat dalam rangka proses pembuatan dan pelaksanaan keputusan yang mengikat tentang kebaikan bersama masyarakat yang tinggal dalam suatu wilayah tertentu. (Ramlan Surbakti).

Profesional
Profesional berarti bersangkutan dengan profesi, memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya, dan mengharuskan adanya pembayaran untuk melakukannya. (KBBI).

Profesional adalah istilah bagi seseorang yang menawarkan jasa atau layanan sesuai dengan protokol dan peraturan dalam bidang yang dijalaninya dan menerima gaji sebagai upah atas jasanya. Orang tersebut juga merupakan anggota suatu entitas atau organisasi yang didirikan seusai dengan hukum di sebuah negara atau wilayah. (wikipedia).

Meskipun begitu, seringkali seseorang yang merupakan ahli dalam suatu bidang juga disebut "profesional" dalam bidangnya meskipun bukan merupakan anggota sebuah entitas yang didirikan dengan sah. Sebagai contoh, dalam dunia olahraga terdapat olahragawan profesional yang merupakan kebalikan dari olahragawan amatir yang bukan berpartisipasi dalam sebuah turnamen/kompetisi demi uang.

Karyawan profesional adalah seorang karyawan yang digaji dan melaksanakan tugas sesuai juklak (Petunjuk Pelaksanaan) dan juknis (Petunjuk Teknis) yang dibebankan kepada dia. Sangat wajar jika dia mengerjakan tugas di luar Juklak dan Juknis dan meminta upah atas pekerjaannya tersebut. Karena profesional adalah terkait dengan pendapatan, tidak hanya terkait dengan keahlian.

Ada tiga hal yang menjadi ciri seseorang profesional yang harus ada di dalam dirinya:, yakni 1). Skill, yang artinya orang tersebut harus benar-benar ahli di bidangnya., 2). Knowledge, yang artinya orang tersebut harus dapat menguasai, minimalnya berwawasan mengenai ilmu lain yang berkaitan dengan bidangnya. 3), Attitude, yang artinya bukan hanya pintar, akan tapi harus memiliki etika yang diterapkan didalam bidangnya.

Sedangkan ciri-ciri profesional dapat dilihat dari: pertama, Memiliki kemampuan dan pengetahuan yang tinggi. Kedua, Memiliki kode etik. Ketiga, Memiliki tanggung jawab profesi serta integritas yang tinggi. keempat, Memiliki jiwa pengabdian kepada masyarakat. Kelima, Memiliki kemampuan yang baik dalam perencanaan program kerja dan Menjadi anggota organisasi dari profesinya.

Aktivitas
Dalam KBBI berarti keaktifan, kegiatan, dan kerja atau salah satu kegiatan kerja yang dilaksanakan dalam tiap bagian di dalam perusahaan.

Juga bisa berarti kegiatan atau keaktifan. Jadi segala sesuatu yang dilakukan atau kegiatan-kegiatan yang terjadi baik fisik maupun non fisik.

Aktivitas dalam komunikasi politik ini adalah layaknya aktivitas komunikasi pada umumnya, yakni untuk menunjang tercapainya tujuan kegiatan politik yang diinginkan.

Sebab, sesuai dengan pendapat McNair, komunikasi memiliki beberapa fungsi sebagai berikut:, 1), Menyampaikan informasi pada masyarakat tentang apa yang sedang terjadi dan berkembang di sekitar masyarakat. Media komunikasi politik berfungsi sebagai alat pengamatan dan monitoring untuk mengetahui bagaimana kondisi masyarakat sekitar.

2), Memberikan pendidikan politik terhadap masyarakat tentang arti dan makna dari fakta yang terjadi di masyarakat itu sendiri. Media komunikasi politik memilki kewajiban untuk melihat suatu fakta secara objektif sehingga dapat menyajikannya kepada masyarakat dengan objektif pula. Dengan ini, diharapkan komunikasi politik bisa mendidik masyarakat berdasarkan kejadian dan realitas yang terjadi di masyarakat.

3), Menjadi sarana untuk menampung masalah politik yang berkembang di masyarakat. Dengan adanya media komunikasi politik, masalah politik dapat dibahas secara gamblang dan media dapat membentuk opini publik. Media komunikasi politik juga berkewajiban menyampaikan hasil opini publik ke masyarakat itu sendiri.

4), Menjadi sarana publikasi bagi pemerintahan negara maupun lembaga lembaga yang bersifat politik.

5), Menjadi sarana advokasi bagi kebijakan politik. Komunikasi politik dapat membantu program dan kebijakan politik dapat disalurkan dan disampaikan di media massa.

6). Target dalam melakukan komunikasi politik adalah memilih media yang tepat untuk mendapatkan informasi yang bersifat politis. Tidak dipungkiri juga bahwa fungsi komunikasi politik yang seharusnya dijalankan media komunikasi tidak berjalan sebagaimana mestinya sesuai dengan penjabaran di atas.

Dengan demikian, maka politikus yang profesional dan didukung oleh aktivias yang memadai akan menjadi kunci sukses dalam membangun komunikasi politik, sesuai dengan keinginan atau tujuan politik itu sendiri.  (Tulisan ini dirangkum dari Kuliah Komunikasi Politik S1 Media dan Komunikasi Unair Surabaya)